Tim Nasional Uni Emirat Arab
Team sepak bola nasional Uni Emirat Arab (bahasa Arab: منتخب الإمارات العربية المتحدة لكرة القدم) sebagai wakil Uni Emirat Arab dalam sepakbola perkumpulan internasional pria serta layani di bawah naungan Perkumpulan Sepak Bola negara itu.
Di bawah sebagian besar saat itu diinstruksikan oleh manager asing misalnya, Don Revie bahasa Inggris.
Tanah asal Uni Emirat Arab beragam. Sejumlah besar laga sudah dimainkan di Stadion Sheikh Zayed di Abu Dhabi dengan Stadion Al Jazira di Abu Dhabi serta Stadion Hazza Bin Zayed di Al Ain untuk tempat yang lain.
Ini sudah membuat satu performa Piala Dunia, di tahun 1990 di Italia, tapi kehilangan semua tiga laga ke Kolombia, Jerman Barat serta Yugoslavia. 2 tahun selanjutnya, Uni Emirat Arab ambil tempat ke-4 di Piala Asia 1992, serta runner-up pada 1996 untuk tuan-rumah kompetisi. Di ke-2 kompetisi, laga paling akhir mereka hilang sebab sepakan penalti. Mereka memenangi Piala Teluk Arab pada dua kesempatan; di tahun 2007 saat mereka memenangi gelar untuk kali pertamanya dalam riwayat mereka, serta yang ke-2 ialah di tahun 2013. Mereka finis ke-3 di Piala Asia AFC 2015 serta jadi tuan-rumah edisi 2019 yang mereka tersisih di semi-final.
Laga pertama team sepak bola nasional dimainkan pada 17 Maret 1972, empat bulan sesudah persatuan Uni Emirat Arab, menantang Qatar di Stadion Pangeran Riyadh Faisal bin Fahd serta menang dengan salah satu gol yang diciptakan oleh Ahmed Chowbi. Selanjutnya, team hadapi tiga negara Arab yang lain, kalah 4-0 serta 7-0 semasing untuk Arab Saudi serta Kuwait serta menaklukkan Bahrain 3 jadi 0.
Sesudah berperan serta dalam empat kompetisi Piala Teluk semenjak 1972, Uni Emirat Arab jadi tuan-rumah edisi 1982. Mereka kembali lagi finish ke-3, sama seperti yang berlangsung pada dua kompetisi awalnya.
Performa Piala Asia pertama
Di tahun 1980, Uni Emirat Arab pertama-tama maju ke Piala Asia AFC, yang diselenggarakan di Kuwait. Mereka ditarik dengan juara pada akhirnya, Kuwait, runner-up Korea Selatan, Malaysia serta Qatar di Group B. Mereka bermain seri 1-1 dengan Kuwait tapi kalah tiga laga yang lain serta usai dalam tempat ke-5 dalam group serta ke-9 (dari sepuluh team ) keseluruhannya.
Mereka maju ke dua kompetisi selanjutnya, 1984 di Singapura serta 1988 di Qatar serta satu kali lagi tersisih di set group di kedua-duanya. Kemenangan pertama mereka dari kompetisi berlangsung menantang India pada 7 Desember 1984 di bawah manager Heshmat Mohajerani.
Piala Dunia FIFA 1990 di Italia
Di tahun 1984, Mohajerani memundurkan diri untuk pelatih kepala UEA serta diganti dengan bekas manager Brasil Carlos Alberto Parreira. Parreira pimpin negara itu di Piala Asia AFC 1988 serta tinggalkan tempatnya sesudah kompetisi. Ia diganti oleh pelatih juara Piala Dunia Brasil Mário Zagallo. Zagallo pimpin negara itu ke kwalifikasi untuk Piala Dunia FIFA 1990 di Italia. Tetapi, Zagallo memundurkan diri sebelum kompetisi serta Parreira kembali lagi untuk pelatih kepala untuk pimpin Uni Emirat Arab di kompetisi.
Piala Asia AFC 1996
Uni Emirat Arab jadi tuan-rumah Piala Asia AFC 1996. Mereka memakai pelatih Kroasia Tomislav Ivić setahun sebelum kompetisi serta ditarik ke Group A dengan Kuwait, Korea Selatan serta Indonesia. Mereka bermain seri dengan Korea Selatan selanjutnya menaklukkan Kuwait serta Indonesia untuk maju untuk juara group. Di perempat final, mereka menaklukkan Irak 1-0 dengan gol emas yang diciptakan oleh Abdulrahman Ibrahim di menit ke-103 dalam waktu perpanjangan. Mereka kembali lagi hadapi Kuwait, kesempatan ini di semi-final serta menang 1-0 untuk maju ke final untuk kali pertamanya. Sesudah seimbang tanpa ada gol, mereka kalah dari Arab Saudi 2–4 dalam beradu penalti serta mengakhiri kompetisi untuk runner-up, yang masih tetap adalah yang paling baik di Piala Asia AFC.
Uni Emirat Arab tampil di Piala Konfederasi FIFA 1997 sesudah mendapatkan tempat sebab juara Asia Arab Saudi jadi tuan-rumah laga. Mereka kehilangan laga pertama 2-0 dari Uruguay. Selanjutnya, mereka menaklukkan Afrika Selatan 1-0. Dalam laga paling akhir mereka, mereka ditaklukkan 6-1 oleh Republik Ceko serta melepaskan peluang mereka untuk maju ke set selanjutnya dengan finish ke-3 di group mereka.
Uni Emirat Arab melepaskan kwalifikasi untuk Piala Asia AFC 2000 di Lebanon. Mereka usai dalam tempat paling akhir di Piala Teluk 2002 di Arab Saudi.
Mereka tersisih di tiga kompetisi Piala Asia AFC selanjutnya di set penyisihan group. Pada edisi 2004 serta 2007, UEA semua tersisih sebab kaget oleh debutan Jordan serta Vietnam. Perform terjelek mereka ialah pada 2011 saat mereka mengakhiri kompetisi tanpa ada gol. Pada sekarang ini, banyak pelatih populer mengurus Emirates, termasuk juga Carlos Queiroz, Roy Hodgson serta Dick Advocaat. Di tahun 2006, UEA menunjuk pelatih kepala Piala Dunia FIFA 2002, Bruno Metsu untuk manager baru mereka. Ia pimpin Emirates ke gelar Piala Teluk 2007, prestasi besar pertama negara itu.
2012–2015 (kembali pada kesuksesan)
Sesudah memakai banyak pelatih Eropa, pada 2012, Uni Emirat Arab menunjuk pelatih team Olimpiade Mahdi Ali untuk manager baru timnas. Ali mulai membuat tim muda untuk Uni Emirat Arab, mengundang beberapa pemain yang sudah kerja dengannya pada tingkat pemuda. Ia pimpin Emirates untuk gelar Piala Teluk ke-2 mereka di 2013.
Bentuk Uni Emirat Arab di Piala Asia AFC 2015 mengagetkan buat beberapa orang. Ditarik di Group C, mereka menaklukkan Qatar 4-1 serta Bahrain 2-1 serta kalah dari Iran cukup dengan gol polemis yang nampaknya offside. Untuk runner-up group, mereka hadapi juara bertahan Jepang di perempat final serta mencetak kemenangan lewat beradu penalti untuk maju keempat besar. Mereka kalah 2-0 dari tuan-rumah Australia di semi final. Dalam tempat ke-3 play-off, mereka menaklukkan Irak 3-2.
Kwalifikasi Piala Dunia FIFA 2018
Uni Emirat Arab penuhi ketentuan untuk Putaran Ke-2 kwalifikasi AFC, dimana mereka finish ke-2 di Group A di belakang Arab Saudi serta maju ke Putaran Ke-3. Di set ini, mereka finish ke-4 di Group B, hingga tidak berhasil maju ke Piala Dunia FIFA 2018. Meski begitu, salah satunya pemain Uni Emirat Arab Ahmed Khalil sukses jadi pembuat gol paling banyak di kwalifikasi dengan dua pemain yang lain. Seputar waktu ini Mahdi Ali (salah satunya manager UEA paling sukses) memundurkan diri dari tempatnya. [4]
Piala Asia AFC 2019
Pada 2015, dipublikasikan jika Emirates bisa menjadi tuan-rumah Piala Asia AFC 2019, ini mengidentifikasi kali ke-2 mereka jadi tuan-rumah Piala Asia AFC. Dengan kemauannya untuk memenangi piala untuk kali pertamanya, team mempunyai pelatih baru, bekas manager juara Piala Asia Alberto Zaccheroni.
Hasil seimbang 1-1-1 pembukaan untuk tetangga Bahrain dilihat untuk menyedihkan. [5] Tetapi, mereka selamatkan tiga point menantang India sebelum menarik Thailand untuk amankan tempat paling atas serta maju ke set enam belas. [6] UAE mempunyai laga yang ketat sekali menantang Kirgistan, serta sudah disamakan 2x sesudah 90 ', tapi penalti dari Ali Mabkhout pastikan teamnya untuk masuk perempat final menantang juara bertahan Australia waktu itu. [7] Di perempat final, UEA cetak gol pertama kalinya menantang Australia untuk mencetak kemenangan pertama kalinya menantang musuh ini serta singkirkan mereka dalam proses. [8] Semi-final dilihat untuk kompetisi di antara tuan-rumah serta Qatar. [9] Beberapa simpatisan Emirati mencela lagu Qatar, serta lemparkan sepatu di atas lapangan sesudah Qatar cetak gol ke-2 mereka. UEA kehilangan 0–4 mengidentifikasi kekalahan pertama kalinya ke Qatar semenjak tahun 2001 serta akhiri kesempatan cari masuk dalam final. [10]
Kwalifikasi Piala Dunia FIFA 2022
Uni Emirat Arab masuk dengan putaran ke-2 kwalifikasi Piala Dunia 2022 serta diletakkan dengan musuh Asia Tenggara habis-habisan: Thailand, Vietnam, Indonesia serta Malaysia. Team telah menunjuk guider Belanda Bert van Marwijk. Permasalahan tidak ada sesuai dengan gagasan serta Bert dikeluarkan sebab start jeleknya menanggung derita dua kekalahan tandang ke Thailand serta Vietnam di set penyisihan selama set penyisihan group awalannya berada di Piala Teluk Arab ke-24. Di saat pemecatannya, UEA ada di tempat ke-4 dalam group tapi masih mempunyai peluang untuk maju. [11]
Awalnya manager Al Nasr, Ivan Jovanović dipekerjakan untuk mengganti nasib. Semakin jauh, Emirates putuskan untuk menaturalisasi pemain Argentina Sebastián Tagliabúe, pemain Brazil Caio Canedo Corrêa serta Fábio Virginio de Lima, tiga pemain Amerika Selatan, yang belum pernah melakukan semenjak pembangunan timnas. [12]
Kompetisi
Saingan bersama-sama UEA ialah tetangganya, Arab Saudi, Qatar, Oman, Bahrain, Kuwait, Irak, serta Iran. [13] Itu mempunyai kompetisi dengan Uzbekistan.