Tim Nasional Qatar



Team sepak bola nasional Qatar (bahasa Arab: منتخب قطر لكرة القدم) sebagai wakil Qatar di sepakbola internasional, serta dikontrol oleh Perkumpulan Sepak Bola Qatar.

Team sudah ada dalam sepuluh kompetisi Piala Asia serta memenanginya sekali pada 2019. Mereka mainkan laga kandang mereka di Stadion Internasional Khalifa serta Stadion Jassim Bin Hamad. Yang paling akhir dipandang seperti stadion rumah buat team.

Qatar bisa menjadi tuan-rumah Piala Dunia FIFA 2022 serta karena itu penuhi ketentuan dengan cara automatis untuk performa pertama mereka diperputaran final. Ini bisa menjadi kali pertamanya negara tuan-rumah awalnya belum pernah bersaing di Piala Dunia semenjak Piala Dunia ke-2 pada 1934 serta kali pertamanya satu negara Arab jadi tuan-rumah pertandingan.

Timnas Qatar mainkan laga sah pertama kalinya pada 27 Maret 1970 menantang tuan-rumah Bahrain, kalah 1-2 waktu Mubarak Faraj cetak salah satu gol untuk Qatar. [8] Timnas Qatar yang baru dibuat mencatatkan hasil yang menyedihkan di kompetisi Piala Teluk pertama, ada di tempat paling akhir dengan satu point, dengan sorotan kompetisi mereka ialah hasil seimbang 1-1 dengan Saudi di laga paling akhir mereka. [9]

Dalam edisi Piala Teluk selanjutnya di tahun 1972, Qatar kembali lagi terdegradasi ke tempat paling akhir sesudah menanggung derita 3 kekalahan berturut-turut. [10] Kompetisi selanjutnya di tahun 1974 dapat dibuktikan jadi seperti terobosan buat Qatar sebab mereka meraih kemenangan pertama mereka di sepak bola internasional dengan kemenangan 4-0 atas Oman. Qatar kalah dari Arab Saudi di semi-final, tapi capai tempat ketiga sesudah ada juara dari beradu penalti menantang Uni Emirat Arab. [11]

Pertama-tama mereka masuk step kwalifikasi untuk Piala Asia AFC ialah di tahun 1975. Mereka gagal maju ke Piala Asia 1976, dengan Irak serta Arab Saudi pesan dua tempat berlabuh di kwalifikasi group. Walau alami kemerosotan ini, Qatar finish di tempat ketiga di Piala Teluk 1976 untuk negara tuan-rumah di tahun selanjutnya. [12]

Timnas mainkan laga kwalifikasi Piala Dunia FIFA yang pertama di tahun 1977. Qatar akan mainkan Uni Emirat Arab pada tanggal 11 Maret 1977, tapi penarikan menit paling akhir team Emirat dari pertandingan cuma tunda kiprah Qatar sampai 2 hari selanjutnya saat Bahrain ditaklukkan 2-0 di Doha.

Mereka sukses capai perempat final Piala Asia 2000 walau ada di posisi ketiga di group mereka, tapi kalah dari Cina dalam konfrontasi perempat final mereka. [21]

Mereka capai set kwalifikasi paling akhir lagi di tahun 2001, tapi ditaklukkan oleh team China Bora Milutinovic, yang menempati pucuk sisi untuk maju ke Piala Dunia FIFA pertama mereka. Orang Prancis Philippe Troussier ambil pekerjaan manager sesudah Piala Dunia 2002 di Korea serta Jepang, tapi gagal di Piala Asia 2004 serta kampanye kwalifikasi Piala Dunia 2006 di Jerman.

Troussier dikeluarkan sesudah kampanye kwalifikasi Piala Dunia, serta di bawah Bosnia Džemaludin Mušović, team memenangi Piala Teluk pada 2004 serta emas Asian Games pada 2006. Mušović mundur sesudah Qatar cuma memperoleh dua point dari tiga laga di Piala Asia 2007.

Pekerjaan melatih team di kwalifikasi untuk Piala Dunia 2010 jatuh ke Jorge Fossati, yang pimpin team selama putaran AFC pertama serta ke-2 sampai set ke-3. Sesudah tinggalkan mereka di pucuk group mereka dengan cuma dua laga yang dimainkan, Fossati harus jalani operasi perut. Setelah itu, Perkumpulan Sepakbola Qatar akhiri kerja sama mereka dengannya pada September 2008, sebab QFA mengakui jika ia perlu kelamaan untuk sembuh dari operasi. [22] Bruno Metsu dipanggil untuk pekerjaan itu, tapi Qatar tidak berhasil berhasil lolos sesudah finish ke-4 di group kwalifikasi mereka.

Qatar dipublikasikan untuk tuan-rumah Piala Dunia FIFA 2022 pada Desember 2010. [23]

Pada 2011, untuk tuan-rumah Piala Asia 2011, mereka maju ke perempat final. Mereka menyerah pada kekalahan 2–3 akhir untuk juara pada akhirnya Jepang sesudah gol diciptakan oleh Masahiko Inoha di menit ke-89.

Sebagai tuan-rumah, mereka selanjutnya memenangi Kejuaraan WAFF 2014 sesudah menaklukkan Jordan 2-0 di final. Pertandingan ini khususnya terbagi dalam team pemuda serta cadangan, dimana Qatar ialah yang paling akhir. [24] Djamel Belmadi, pelatih kepala team B, gantikan Fahad Thani untuk pelatih kepala team senior untuk dari hasil performa positif team. 10 bulan selanjutnya, Djamel Belmadi pimpin Qatar mendapatkan emas di Piala Teluk 2014. Mereka maju dari set group sesudah 3x seri, selanjutnya menaklukkan Oman 3-1 di semi-final, serta menang di final menantang Arab Saudi, yang bermain di muka keramaian tuan-rumah, dengan beda 2–2. 1. [25]

Walau memenangi Piala Teluk serta mengakhiri tahun 2014 dengan cuma satu kekalahan, Qatar memperlihatkan perform yang jelek di Piala Asia 2015. Qatar ditaklukkan 1-4 oleh Uni Emirat Arab di laga pembuka mereka. Ini diteruskan dengan kerugian 0-1 ke Iran serta 1-2 ke Bahrain. Qatar tersisih di set group tanpa ada point serta ada di tempat ke 4 di Group C.

Kampanye Qatar di kwalifikasi untuk Piala Dunia 2018 di Rusia ialah surprise. Awal mereka di set ke-2 kwalifikasi Piala Dunia di AFC hampir prima, dengan tujuh kemenangan serta cuma satu kekalahan. Tetapi, kesuksesan mereka di set ke-2 tidak ikuti mereka ke set ke-3. Qatar ada di posisi paling bawah group mereka, pastikan mereka akan mainkan laga Piala Dunia pertama mereka di kandang di tahun 2022, team pertama yang melakukan semenjak Italia di tahun 1934.

Qatar meneruskan perform jeleknya di Piala Teluk 2017, yang dibantu oleh Kuwait. Qatar buka kompetisi dengan kemenangan 4-0 menantang Yaman, tetapi itu diiringi oleh kekalahan 1-2 dari Irak serta hasil seimbang 1-1 yang tidak memberikan keyakinan ke Bahrain. Qatar ambil tempat ke-3 di Group B dengan empat point serta tersisih di set penyisihan group pertandingan, yang dipandang seperti jengkel kompetisi, khususnya sesudah memenangi edisi 2014.

Tetapi, Qatar mempunyai kampanye yang benar-benar baik di Piala Asia 2019. Pembuka mereka lihat mereka menaklukkan Lebanon 2-0. Ini diiringi oleh kemenangan 6-0 atas Korea Utara serta kemenangan 2-0 menantang juara 3x Arab Saudi, yang mengunci team itu memperoleh tempat pertama dalam group. Mereka menang 1-0 menantang Irak di Set 16 serta menang diakhir menantang runner-up Korea Selatan di perempat final, lihat mereka maju ke semi-final untuk kali pertamanya, dimana mereka menaklukkan tuan-rumah Uni Emirat Arab 4-0 untuk mempersiapkan final menantang juara 4 kali Jepang. Qatar pada akhirnya memenangi final 3-1 atas Jepang, mengidentifikasi gelar kompetisi besar pertama mereka dalam riwayat, serta akhiri salah satunya putaran Piala Asia yang minimal kemungkinan dalam riwayat kompetisi, khususnya sebab mereka cuma kecolongan 1 gol dalam semua laga mereka. [26]

Qatar diundang ke Copa América 2019. Mereka diletakkan di Group B bersama-sama Kolombia, Argentina serta Paraguay. Laga pertama mereka ialah menantang Paraguay dimana mereka datang dari defisit 2-0 untuk mengikatnya 2-2 tapi diikuti untuk kali pertamanya Qatar menanggung derita lebih satu gol dalam pertandingan penting semenjak memenangi Piala Asia di UEA. [27] Itu diiringi oleh hilangnya 0-1 ke Kolombia, akhiri berturut-turut team tidak terkalahkan dalam pertandingan penting jadi delapan. [28] Kehilangan 0-2 untuk Argentina bermakna Qatar ambil tempat paling akhir di Group B dengan satu point serta tersisih di set group pertandingan.

Popular posts from this blog

Tim Nasional Palestina

Tim Nasional Arab Saudi