Tim Nasional Arab Saudi



Team sepak bola nasional Arab Saudi (bahasa Arab: المنتخب العربي السعودي لكرة القدم) sebagai wakil Arab Saudi dalam sepakbola internasional pria serta warna team ialah hijau serta putih. Arab Saudi diketahui untuk Al-Suqour (The Falcons) serta Al-Akhdhar (The Green), Team ini sebagai wakil Konfederasi Sepakbola FIFA serta Asia (AFC).
Dipandang seperti salah satunya timnas paling sukses di Asia, Arab Saudi sudah memenangi Piala Asia 3x (1984, 1988, serta 1996), capai rekor bersama-sama enam final Piala Asia serta mempunyai kwalifikasi untuk Piala Dunia pada lima peluang semenjak kiprah di 1994 kompetisi.

Pada Piala Dunia 1994 di bawah kepemimpinan Jorge Solari, Arab Saudi menaklukkan Belgia serta Maroko di set penyisihan group sebelum jatuh ke Swedia di Set 16 Besar. Dengan begitu Arab Saudi jadi team sepakbola nasional Arab ke-2 dalam riwayat yang capai Set 16 di Piala Dunia, sesudah putaran 16 Maroko di Piala Dunia FIFA 1986, serta satu dari beberapa team sepak bola nasional Asia (lainnya ialah Australia, Jepang, Korea Selatan, Korea Utara) untuk capai prestasi semacam itu sampai sekarang ini.

Inspirasi timnas Saudi pertama-tama ada di tahun 1951, saat team Saudi XI yang terbagi dalam beberapa pemain dari Al-Wehda serta Al-Ahli ambil sisi dalam laga pertemanan menantang Kementerian Kesehatan Mesir pada 27 Juni 1951 di Al- Stadion Saban di Jeddah. Esok harinya, Mesir ambil team Saudi yang terbagi dalam pemain dari Al-Ittihad serta Al-Hilal di Al-Bahri di Jeddah. Pada tanggal 2 Agustus 1951, Yang Mulia Pangeran Abdullah Al-Faisal mengendalikan pertemanan ke-3 dengan team Mesir menantang XI Nasional Saudi dengan pemain dari Al-Wehda, serta Al-Ahli. Di saat itu ide team dipilih nasional untuk sebagai wakil Kerajaan Arab Saudi telah mengalir deras, serta di tahun 1953 team Saudi yang pertama-tama lakukan perjalanan untuk mainkan laga pertemanan di luar negeri. Di tahun yang sama, satu team Saudi lakukan perjalanan ke Damaskus untuk mainkan laga pertemanan untuk sisi dari lawatan Putra Mahkota Saud bin Abdulaziz ke negara itu pada April 1953. [4] Di tahun 1957, timnas Saudi ambil sisi dalam kompetisi internasional pertama mereka di Pan-Arab Games kedua di Beirut, dimana Raja Saud diundang untuk hadiri upacara pembukaan serta peresmian Stadion Kota Olahraga Camille Chamoun dengan Presiden Libanon Camille Chamoun di 18 Oktober 1957. Laga pertama yang dimainkan di stadion ialah di antara timnas Lebanon serta Arab Saudi. Abdulmajeed Kayal cetak gol untuk Saudi sesaat Levon Altonian cetak gol untuk team tuan-rumah. Beberapa pemain Saudi tiba dari team-team dari Jeddah serta Mekah, sesaat team itu dikasih suport serta dorongan dari Pangeran Abdullah Al-Faisal untuk perjalanan mereka ke Beirut. [5]

Walau asosiasi sepakbola mereka dibangun di tahun 1956, timnas Arab Saudi tidak berperan serta dalam kompetisi sampai mereka penuhi ketentuan untuk Piala Asia AFC di tahun 1984, yang mereka menangi. Mereka selanjutnya jadi salah satunya timnas paling sukses di Asia, capai empat final Piala Asia selanjutnya beruntun serta memenangi dua salah satunya (1988 serta 1996). Mereka mempunyai kwalifikasi untuk tiap Piala Asia semenjak itu, tapi performa paling baik mereka pada periode itu capai final pada 2007.

Arab Saudi maju ke Piala Dunia FIFA pertama mereka di tahun 1994. Di bawah kepemimpinan Jorge Solari serta dengan talenta seperti Saeed Al-Owairan serta Sami Al-Jaber, diperkokoh oleh veteran nasional Majed Abdullah untuk kapten team, Arab Saudi menaklukkan Belgia serta Maroko di set penyisihan group sebelum jatuh ke Swedia di Set 16 Besar. Arab Saudi maju ke tiga Piala Dunia selanjutnya, tapi tidak memenangi laga penyisihan group di satu dari mereka. Mereka tidak berhasil maju ke kompetisi 2010 serta 2014.

Arab Saudi amankan kwalifikasi untuk kompetisi 2018, [6] di muka Australia. Tetapi, mereka mulai dengan suara masam dengan biarkan tuan-rumah menaklukkan Rusia 0-5 pada laga pembuka, [7] jadikan ini kemenangan paling besar ke-2 dari negara tuan-rumah di Piala Dunia FIFA. [8] Rekor kemenangan pembukaan tuan-rumah paling besar masih oleh Italia, menaklukkan Amerika Serikat 7-1, di tahun 1934. [9] Satu kali lagi, Arab Saudi tidak berhasil capai set selanjutnya, sesudah menanggung derita kekalahan lagi, kesempatan ini, kalah 0-1 dari Uruguay. [10] Perform Arab Saudi di kompetisi itu dipandang seperti performa terjelek mereka semenjak Piala Dunia 2002, dimana mereka ditaklukkan 8-0 oleh Jerman dalam laga pembuka mereka serta usai di rangking ke-32 serta terikuth dalam rangking akhir. Walau mereka tersisih, [11] mereka sukses selamatkan beberapa kebanggaan dengan memenangi laga penyisihan group paling akhir mereka (serta kemenangan pertama mereka di Piala Dunia semenjak 1994) menantang tetangga Laut Merah Mesir. [12]

Sesudah Piala Dunia 2018, Arab Saudi berperan serta dalam Piala Asia AFC 2019 dengan kepercayaan diri yang tinggi sekali sesudah performa yang bisa diterima di Piala Dunia, dengan Saudi memenangi laga Piala Dunia pertama kalinya semenjak edisi 1994. Tetapi, Arab Saudi finish ke-2 di set penyisihan group, sesudah jatuh ke Qatar di laga paling akhir, [13] serta harus hadapi raksasa lain, Jepang, di set enam belas. Saudi memimpin semua laga, tapi pada akhirnya kalah 0-1 sebab finising yang jelek serta tersisih dari pertandingan. [14]

Pada 15 Oktober 2019, Arab Saudi mainkan laga pertama kalinya dengan Palestina di Pinggir Barat. Permainan mengidentifikasi perkembangan kebijaksanaan untuk Arab Saudi, yang awalnya mainkan laga menantang team Palestina di beberapa negara faksi ke-3, lawatan itu dikritik oleh beberapa aktivis Palestina yang memandang permainan itu untuk awal dari normalisasi jalinan di antara Arab Saudi serta Israel. , tapi itu disaksikan oleh Kewenangan Nasional Palestina untuk suport untuk kedaulatan mereka atas Pinggir Barat. [15] Laga usai seimbang tanpa ada gol.

Popular posts from this blog

Tim Nasional Qatar

Tim Nasional Palestina