Tim Nasional Oman



Team sepak bola nasional Oman (bahasa Arab: منتخب عُمان لكرة القدم) sebagai wakil Oman dalam sepakbola internasional pria serta dikontrol oleh Perkumpulan Sepak Bola Oman. Walau team ini dengan cara sah dibangun di tahun 1978, tim dibuat jauh awalnya, serta perkumpulan sepakbola yang pas cuma dibuat pada bulan Desember 2005, team ini sebagai wakil FIFA serta Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC).

Tidaklah sampai tengah 1990-an di bawah kepemimpinan OFA Sheikh Saif bin Hashil Al-Maskary jika Oman mulai benar-benar sukses di panggung sepakbola Asia. Semasa periode ini, Oman memenangi Kejuaraan U-17 Asia di tahun 1996 serta tahun 2000, dan capai semi-final Piala Dunia U-17 di tahun 1995. Oman sekarang ini mengekspor pemain ke Arab Saudi, Kuwait, Qatar serta Uni Emirat Arab. Emirates serta kapten mereka bermain di Inggris. Bekas kapten Oman, Hani Al-Dhabit dikaruniai RSSSF 2001 World Teratas Skor, dengan 22 gol; [4] gol paling banyak diciptakan oleh pemain yang memenangi penghargaan World Teratas Skor sampai sekarang ini, dan jadi orang Arab ke-3 serta salah satu Oman pertama yang memenangi penghargaan. [5]

Team senior belum pernah maju ke Piala Dunia, tapi sudah maju ke Piala Asia di tahun 2004, 2007 serta yang paling baru di tahun 2015 serta 2019. Mereka sudah capai final Piala Teluk Arab 4x, serta sudah memenanginya untuk pertama-tama pada usaha ke-3 mereka untuk tuan-rumah di tahun 2009. Mereka harus menanti edisi 2017 untuk memenangi kompetisi untuk ke-2 kalinya dalam riwayat mereka.

Sebelum milenium baru, Oman biasanya berusaha di Piala Teluk, umumnya finish dalam tempat ke-6 atau ke-7, serta saat piala itu diselenggarakan di Oman. Baru di tahun 1998 saat timnas mulai tingkatkan performanya, serta di Piala Teluk 2003 serta 2004, bakat baru seperti Amad Al-Hosni, Ali Al-Habsi, Sultan Al-Touqi, Badr Al-Maimani, serta Khalifa Ayil dibikin team semakin sukses.

Dalam Piala Teluk 2002 yang diselenggarakan di Arab Saudi, Oman satu kali lagi usai dalam tempat ke-5 yang tidak mengagumkan, tapi di bawah kapten Hani Al-Dhabit Dhofar FC, Oman sudah capai suatu hal yang belum pernah dilaksanakan awalnya dalam riwayat team. di Piala Teluk, menaklukkan juara 9 kali, [6] Kuwait. Laga sudah usai 3-1 dengan kapten Hani Al-Dhabit cetak hat-trick. Hani cetak gol menantang Bahrain, serta gol selingan dalam kekalahan 2-1 menantang Qatar. [7] Di akhir pertandingan, Hani ialah salah satu Oman yang cetak gol, dan dikaruniai "Pembuat Gol Teratas" dari pertandingan, dengan keseluruhan lima gol. [8]

Dalam Piala Teluk 2004 yang diselenggarakan di Doha, Oman capai final untuk kali pertamanya dalam riwayat team, yang pada akhirnya kalah dari tuan-rumah Qatar dalam beradu penalti sesudah sensasi kiper Ali Al-Habsi tidak berhasil menyelesaikan penalti. Qatar memenangi laga 6–5 lewat beradu penalti sesudah laga usai 1–1 di saat normal. Amad Al-Hosni dikaruniai penghargaan "Pembuat Gol Teratas" dari pertandingan dengan keseluruhan empat gol. [9]

Dalam Piala Teluk 2007 yang diselenggarakan di Uni Emirat Arab, timnas kembali lagi capai final untuk ke-2 kalinya beruntun serta satu kali lagi kalah 1-0 dari tuan-rumah Uni Emirat Arab. Walau Oman kalah dari Emirates di final, mereka menjaga rekor tidak terkalahkan di semua pertandingan terkecuali final. [10] Satu kali lagi Ali Al-Habsi sudah terima penghargaan "Penjaga gawang Paling baik Piala Teluk" [11] untuk ke-3 kalinya beruntun, yang sangat dimenangi oleh penjaga gawang mana juga dalam 40 tahun kompetisi Piala Teluk. Oman sudah mengikat Uni Emirat Arab dalam penilaian gol dengan semasing sembilan gol sesudah pertandingan. [12]


Pemain Oman semasa Piala Asia 2019 AFC
Pada akhirnya sesudah kalah 2x di final Piala Teluk beruntun, Oman sukses memenangi kompetisi Piala Teluk 2009 untuk tuan-rumah, dengan menaklukkan raksasa regional, Arab Saudi dalam beradu penalti. Oman memenangi laga 6–5 lewat beradu penalti sesudah laga usai 0-0 pada waktu perpanjangan. Oman menjaga clean sheet selama semua pertandingan. [13] Pertandingan di Muscat ialah yang pertama untuk Hassan Rabia, serta meski begitu, dia sukses cetak empat gol membuat terima penghargaan "Pembuat Gol Teratas". [14] Ali Al-Habsi terima penghargaan "Penjaga Penjaga gawang Paling baik" ke-4 beruntun. [15]

Tetapi, Ali Al-Habsi tidak tampil di dua Piala Teluk selanjutnya sebab komitmennya dengan team club Inggris Wigan Athletic F.C. di saat itu. Dalam Piala Teluk 2010 yang diselenggarakan di Yaman, Oman satu kali lagi sesudah performa hebat di tiga kompetisi awalnya tampilkan perform yang tidak mengagumkan, menarik semua tiga laga penyisihan group menantang Bahrain, Uni Emirat Arab, serta Irak. Oman cuma dapat cetak 1 gol di kompetisi menantang Bahrain, yang diciptakan oleh Amad Al-Hosni, serta karena itu tidak dapat mengambil langkah semakin jauh di kompetisi. Mengejar performa jelek team di kompetisi regional, Perkumpulan Sepak Bola Oman mengeluarkan manager mereka waktu itu Claude Le Roy pada 9 Januari 2011, yang memenangi kompetisi pertamanya pada 2009.

Di Piala Teluk 2013 yang diselenggarakan di Bahrain, Oman kembali lagi tampilkan performa yang tidak mengagumkan yang banyak dinilai oleh fans di Oman. Oman cuma dapat bermain seri 1x menantang tuan-rumah Bahrain serta kalah dalam dua laga yang lain menantang Qatar serta Uni Emirat Arab. Oman lagi cuma dapat cetak 1 gol, serta kesempatan ini dari titik penalti oleh pemain muda Hussain Al-Hadhri dalam laga menantang Qatar yang pada akhirnya kalah 2-1 oleh Oman.

Dalam Piala Teluk 2017 yang diselenggarakan di Kuwait, Oman mengawali kompetisi dengan kehilangan ke Uni Emirat Arab dengan 1 gol dari sepakan penalti oleh Ali Mabkhout. Kemudian, Oman memenangi dua laga sisa di set penyisihan group, pertama menantang tuan-rumah Kuwait 1-0 dengan sepakan penalti oleh Ahmed Kano, selanjutnya menantang Arab Saudi 2-0 yang dipandang seperti masalah kompetisi. Oman maju ke laga semi-final yang menantang Bahrain, serta menang 1-0 dengan gol bunuh diri oleh Bahrain Mahdi Abduljabbar. Pada akhirnya, serta sesudah sembilan tahun dari gelar pertama kalinya, Oman sukses memenangi kompetisi untuk ke-2 kalinya dalam sejarahnya dengan menaklukkan Uni Emirat Arab di final dalam beradu penalti. Oman memenangi laga 5-4 lewat beradu penalti sesudah laga usai 0-0 sesudah waktu perpanjangan. Oman Mubarak Kano Oman dikaruniai penghargaan pemain paling bernilai untuk peranannya dalam kesuksesan kampanye team Oman.

Popular posts from this blog

Tim Nasional Qatar

Tim Nasional Palestina

Tim Nasional Arab Saudi